Sejenak Saja

Kau tahu, sejenak kau menjadi angin segar bagiku
Menjadi pewarna hariku
Tak apa walau untuk saat ini saja
Akupun hanya ingin menganggapmu sebagai angin segar, yang datang ketika ingin tanpa harus kutunggu
Karena kau tahu? Karena aku lelah menunggu badai yang besar
Dan karena bagiku
Angin segar yang datang secara perlahan pun cukup bagiku walau sejenak
Tak perlu badai besar yang datang untuk sejenak

Karena
Badai yang besar itu hanya ada sejenak. Untuk saat itu saja. Tak lebih.

Comments