Semakin bahagia, semakin perih
Semakin tahu, semakin luka
Semakin dekat, semakin renggang
Semakin tertahan, semakin berlari
Semakin melupa, semakin terkenang
Semakin terkenang, semakin dalam luka
Semakin mengharap, semakin kecewa
Semakin berusaha, semakin sia sia
Mengapa semua terasa menjebak pada akhirnya?
Mungkinkah makhluk sepertiku tidak mendapat izin untuk merasa lebih di awal?
Mungkinkah semua yang indah tidak layak untuk diterima?
Lantas
Mengapa semua manisnya rasa akan menjadi pahit pada akhirnya?
Mungkin memang harus seperti itu?
Makhluk sepertiku harus merasa pahit yang menyesakkan di dada
Makhluk sepertiku harus merasa sesak dalam ingatan
Jika mati rasa adalah hal baik
Biarkan makhluk sepertiku merasa mati rasa
Hingga tak mengenal lagi rasa manis
Rasa manis berlebih jika untuk mendapat kepahitan pada akhirnya
Hingga tak ada lagi luka, ingatan, keindahan yang menyesakkan hingga berbuah ketidakbahagiaan.
Comments
Post a Comment